Penyakit non-infeksi pada anak tidak akan menular, karena tidak disebabkan oleh bakteri atau virus. Meski tidak menular dan bersifat sementara, penyakit ini tetap harus diberikan penanganan lebih lanjut. 

Biasanya penyakit demikian kebanyakan menyerang kulit balita karena kulit merupakan bagian terluar dari tubuh sangat mudah terpapar penyakit. Anda dapat mengantisipasi jenis penyakit ini dengan membiasakan anak hidup sehat dan mengkonsumsi 5 Rekomendasi Vitamin Paling Bagus Untuk Anak. Lebih lanjut, berikut akan dibahas mengenai penyakit non-infeksi yang biasanya menyerang anak balita. 

Apa itu Penyakit Non-Infeksi?

Penyakit non ifeksi Mandira Distra Distributor Obat

Apabila mengacu pada makna yang Organisasi Kesehatan Dunia kemukakan, penyakit non-infeksi merupakan penyakit yang tidak akan menular. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh faktor-faktor seperti gaya hidup, lingkungan, malnutrisi, atau adanya mutasi gen. 

Beberapa penyakit non-infeksi bisa dicegah dengan membiasakan gaya hidup dan konsumsi makanan yang menyehatkan. Meskipun demikian, ada juga beberapa penyakit infeksi yang tidak bisa dicegah, seperti penyakit yang berasal dari gen atau pengaruh usia. 

Penyakit Non-Infeksi pada Anak Balita dan Penanganannya

Penyakit non ifeksi Mandira Distra Distributor Obat

Sementara itu, anak balita juga rawan terserang penyakit non-infeksi. Apa saja yang sering dijumpai terjadi pada balita? Berikut ini merupakan rangkuman tentang daftar penyakit jenis non-infeksi yang sering terjadi pada balita.

1. Cradle Cap atau Kulit Kepala Kering

Penyakit ini biasanya terjadi pada bayi berusia tiga tahun. Pada kulit kepala bayi kerap dijumpai bagian kulit yang kering dan memiliki warna putih atau kuning. Selain itu, cradle cap juga bisa memunculkan cairan warna kuning. Selain berada di kepala, biasanya juga muncul di ketiak ataupun pada lipatan tubuh balita. 

Cara untuk mengatasinya adalah dengan menggosok lembut kulit kepala saat berkeramas. Gunakan pula sampo khusus dan melakukannya perlahan-lahan. Jika rutin dibersihkan maka bisa lekas menghilang. Bila kondisi ini tidak lekas hilang, Anda dapat membawa anak untuk menerima perawatan yang lebih profesional.

2. Biang Keringat

Dikenal juga dengan nama miliaria, yaitu ruam-ruam kemerahan yang sering muncul di kulit balita. Masyarakat akrab menyebutnya dengan biang keringat. Penyakit ini biasanya muncul pada hampir seluruh bagian tubuh balita. Biasanya ada di dahi, leher, punggung atau badannya. Kondisi ini menyebabkan rasa gatal berlebih pada anak dan akan membuat anak lebih rewel dari biasanya 

3. Ruam Popok

Untuk balita yang masih menggunakan popok, penyakit satu ini akan sering terjadi. Terutama di bagian tubuh yang biasa diselubungi oleh popok dan memunculkan tanda-tanda kemerahan di kulit.

Hal ini juga dapat terjadi karena adanya material urin dan feses yang terlalu lama berada di dalam popok dan membuatnya menjadi lebih lembab. 

Kelembaban ini bisa juga menimbulkan infeksi atau jamur di kulit balita. Ketika hal ini terjadi, sebaiknya Anda menghentikan pemakaian popok terlebih dahulu. Kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan mengoleskan krim atau bedak cair khusus pada ruam popok.

4. Eksim

Penyakit non-infeksius selanjutnya adalah eksim, merupakan dermatitis atopic yang bisa muncul karena adanya alergi pada susu sapi. Tanda-tandanya adalah muncul kemerahan di kulit dan rasanya gatal. 

Eksim juga dapat muncul karena bayi mengkonsumsi olahan makanan yang terbuat dari susu sapi.

Pencegahan Penyakit Non Infeksius (PTM) pada Balita

Penyakit non ifeksi Mandira Distra Distributor Obat

Penyakit non infeksi lain seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung, meskipun lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa, dapat dimulai sejak masa kanak-kanak. Pencegahan PTM pada balita sangat penting untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan mereka di masa depan.

Berikut beberapa langkah pencegahan PTM pada balita:

1. Pemberian ASI Eksklusif

ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi memberikan nutrisi optimal dan membantu membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat, yang dapat membantu mencegah PTM di kemudian hari.

2. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang Sehat

Setelah 6 bulan, perkenalkan MPASI yang kaya akan buah-buahan, sayur-sayuran, dan protein tanpa lemak. Hindari makanan olahan yang mengandung lemak jenuh, tinggi gula, dan garam.

3. Mendorong Aktivitas Fisik

Berikan balita kesempatan untuk bermain dan bergerak aktif setiap hari. Aktivitas fisik membantu membangun tulang dan otot yang kuat, serta meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru.

4. Pembatasan Waktu Layar

Terlalu banyak waktu menonton TV, bermain gadget, dan menggunakan teknologi lainnya dapat menyebabkan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik. Batasi waktu layar balita maksimal 1 jam per hari.

5. Pembentukan Kebiasaan Tidur yang Baik

Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan balita. Pastikan balita tidur 10-13 jam per hari.

6. Pemberian Imunisasi Lengkap

Imunisasi melindungi balita dari berbagai penyakit menular yang dapat meningkatkan risiko PTM di kemudian hari.

7. Konsultasi dengan Dokter

Konsultasikan dengan dokter secara rutin untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, serta mendeteksi dan mencegah PTM sejak dini.

8. Menciptakan Lingkungan yang Sehat

Ciptakan lingkungan yang sehat di rumah dan di sekitar balita dengan menyediakan makanan yang sehat, ruang untuk bermain, dan akses ke air bersih.

9. Menjadi Role Model yang Baik

Orang tua dan pengasuh dapat menjadi role model yang baik bagi balita dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti makan makanan yang sehat, berolahraga, dan tidur yang cukup.

Pencegahan PTM pada balita adalah investasi penting untuk kesehatan dan masa depan mereka. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kita dapat membantu balita tumbuh dan berkembang dengan optimal dan terhindar dari PTM di kemudian hari.

Setelah mengetahui apa saja penyakit non-infeksi pada anak, Anda dapat mengantisipasi dan mencegahnya dengan lebih baik. Selain dari merawat kondisi kulit dan memperhatikan asupan makanan, Anda juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak dengan 6 Cara Mengembalikan Jam Tidur Anak, dan mengkonsumsi vitamin dan suplemen dari  Mandira. Kunjungi halaman prinsipal untuk melihat informasi produk atau langsung hubungi kami di sini.

Baca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini. Daftar obat yang kami distribusikan berdasarkan perusahaan produksi obat mitra kami dapat Anda temukan di halaman prinsipal kami. Jika Anda adalah pabrik obat maupun retail obat yang membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang Mandira sebagai distributor farmasi, dapat menghubungi kami di sini.