Ketika bayi lahir lebih awal sebelum minggu kehamilan berakhir, artinya bayi tersebut lahir secara prematur. Memahami apa itu kelahiran prematur cukup penting sebab bayi yang lahir dengan kondisi tersebut memiliki risiko gangguan kesehatan yang tinggi.

Hal tersebut dikarenakan organ tubuh bayi belum sempurna untuk bekerja sendiri, jadi perlu perawatan intensif pada bayi untuk kesehatan yang setabil. 

Untuk mencegah hal yang kurang baik saat kehamilan, Anda dapat mengonsumsi 5 Makanan Wajib untuk Nutrisi Awal Kehamilan Bagi Ibu. Jadi, mari pahami tentang kelahiran prematur bersama dengan penyebab, diagnosis, hingga gejalanya! Anda juga dapat memperoleh obat resep dokter dari Mandira, salah satu distributor obat tepercaya di Indonesia.

Apa itu Kelahiran Prematur?

Kelahiran prematur merupakan keadaan dimana bayi lahir sebelum ibu mencapai usia kehamilan 37 minggu. Bila terjadi, maka kelahiran prematur akan menjadi masalah bagi kesehatan bayi karena organ tubuh bayi belum berkembang sempurna. 

Apabila bayi lahir lebih awal sebelum usia kehamilan 37 minggu, maka risiko gangguan kesehatan pada bayi pun akan meningkat juga. 

Penyebab Kelahiran Prematur

Setelah mengetahui apa itu kelahiran prematur, mari bahas berbagai faktor pemicu yang bisa menyebabkan kelahiran prematur. Terdapat tiga jenis faktor penyebab pada peristiwa kelahiran prematur, yaitu:

1. Faktor Kesehatan

Ibu yang melahirkan prematur memiliki sejumlah kondisi kesehatan sebagai berikut:

  • Preeklamsia atau tekanan darah yang tinggi pada ibu hamil 
  • Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga penyakit ginjal
  • Kondisi pembekuan darah 
  • Infeksi cairan ketuban, infeksi saluran kemih, hingga infeksi vagina
  • Pembukaan serviks terjadi lebih awal
  • Bentuk rahim atau leher rahim tidak normal
  • Kehamilan sebelumnya pernah gugur
  • Stres
  • Kurang asupan nutrisi
  • Kekurangan atau kelebihan berat badan
  • Merokok sebelum maupun semasa hamil
  • Minum alkohol selama hamil
  • Cedera fisik pada persalinan sebelumnya
  • Menyalahgunakan NAPZA
  • Pernah operasi di area serviks
  • Pernah melahirkan prematur
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kelahiran prematur   

2. Faktor Kehamilan

Adapun faktor kehamilan yang menjadi penyebab ibu hamil bisa mengalami kelahiran prematur, yakni:

  • Plasenta sudah lepas sebelum waktu normal terjadinya pelepasan
  • Plasenta mengalami gangguan fungsi atau kelainan posisi
  • Terlalu banyak jumlah cairan ketuban
  • Mengalami pendarahan di vagina pada masa kehamilan
  • Hamil di usia lebih dari 40 tahun atau hamil ketika remaja
  • Hamil menggunakan prosedur bayi tabung
  • Jarak kehamilan terbaru dengan kehamilan sebelumnya terlalu dekat
  • Tidak menjalani pemeriksaan kehamilan yang menyeluruh

3. Faktor Janin

Selain itu, kehamilan prematur juga bisa terjadi karena janin mengalami kondisi di bawah ini:

  • Janin cacat lahir
  • Kehamilan kembar
  • Perkembangan janin tidak normal
  • Intrauterine Growth Restriction, atau IUGR

Diagnosis Kelahiran Prematur

Anda telah memahami apa itu kelahiran prematur serta berbagai faktor yang menyebabkannya. Adapun proses diagnosis dimulai dengan dokter yang akan bertanya perihal gejala serta riwayat kesehatan sang ibu, termasuk obat apa saja yang masih dikonsumsi saat hamil. Setelah itu, sang ibu juga perlu diperiksa kondisi fisik serta kondisi janinnya. 

Pada bagian pemeriksaan fisik, sang ibu akan dicek tanda vitalnya, seperti tekanan darah, denyut nadi, hingga suhu tubuh. Dokter pun akan mengecek kondisi vagina sang ibu, agar dapat memperkirakan kemungkinan terjadinya pembukaan serviks.

Selain itu, sang ibu perlu menjalani beberapa pemeriksaan lanjutan sebagai berikut:

  • Cek USG, yang dilakukan dari vagina untuk pengukuran panjang serviks serta kondisi rahim sang ibu.
  • Cek lendir servik, untuk memeriksa protein bernama fetal fibronectin yang akan muncul bila jaringan rahim bermasalah atau terinfeksi.
  • Cek CTG (Cardiotocography), agar tahu durasi, frekuensi, dan kekuatan kontraksi sang ibu, serta pemantauan denyut pada jantung janin.
  • Swab vagina, agar dapat mendeteksi bakteri di dalam vagina bila dokter curiga sang ibu memiliki infeksi.

Gejala Kelahiran Prematur

Apa itu kelahiran prematur, penyebab, hingga metode diagnosisnya telah Anda pelajari. Untuk itu, mari kenali gejala jika ibu hamill akan mengalami kelahiran prematur seperti di bawah ini:

  • Kontraksi, yang tandanya perut jadi kencang serta terjadi selang 10 menit sekali
  • Jumlah keputihan meningkat secara signifikan, kemudian munculnya pendarahan pada vagina ibu hamil
  • Panggul akan terasa seperti ditekan oleh bayi yang menekan kandungan ke bawah
  • Punggung bawah ibu hamil mengalami nyeri
  • Kram perut meski tidak diare

Adapun kelahiran prematur juga bisa terlihat ketika bayi dalam kandungan, yang bisa disebut sebagai gejala prematuritas dan tandanya adalah:

  • Ukuran tidak proporsional, yaitu kepala besar namun ukuran bayi kecil
  • Wajah bayi tidak bulat dan lebih tirus 
  • Sebagian besar area tubuh bayi ditutupi rambut halus
  • Suhu tubuh bayi rendah
  • Bayi sesak napas
  • Bayi kesulitan menyusui karena kurang refleks hisap dan telan

Demikian tentang apa itu kelahiran prematur lengkap dengan penyebab, diagnosis, hingga gejalanya. Jika Anda sedang mengandung atau berencana ingin mengandung, Anda bisa menghindari risiko melahirkan prematur dengan konsumsi vitamin prenatal. Selanjutnya, jika perlu, Anda juga dapat mengetahui Perawatan dan Rekomendasi 9 Makanan Sehat untuk Ibu Setelah Melahirkan.

Anda dapat memperoleh obat-obatan berkualitas dari Mandira, distributor obat-obatan resmi dan original. Daftar rincinya dapat ditemukan di halaman prinsipal kami. Anda juga bisa memperoleh informasi lanjutan dengan menghubungi kami di sini dan membaca lebih banyak tentang tips kesehatan dan obat-obatan di sini.